Kehidupan manusia dan lingkungan hidup

Image result for gambar sindiran pemanasan global

image by google.com

Lingkungan hidup dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekeliling suatu objek yang keberadaannya saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Sedangkan lingkungan alam dapat disebut juga sebagai satu kesamaan wilayah atau areal tertentu dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya yang memliliki suatu sistem yang berhubungan satu dengan lainnya. Jadi lingkungan hidup manusia adalah semua yang ada di sekeliling manusia beserta sistem hubungannya.
Manusia banyak berperan dalam mengubah ekosistem. Manusia sebagai organisme secara ekologis sangat dominan. Dominan ekologis ini tergantung pada kemampuan organisme dalam kompetisi untuk memperoleh kebutuhan hidupnya yang esensial.

KUNJUNGI JUGA WEBSITE KAMI rpp kurikulum 2013 revisi

Manusia hidup di dunia ini berdampingan dengan berbagai macam makhluk hidup (lingkungan biologis) yaitu tumbuhan dan hewan. Kita tidak akan pernah lepas dari hubungan dengan keduanya, hal ini dikarenakan antara manusia dengan lingkungan terjadi timbal balik yang saling membutuhkan dan berinteraksi. Jumlah ekosistem yang belum dipengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh manusia hanya tinggal sebagian kecil saja. Bahkan manusia dapat menciptakan suatu ekosistem atau lingkungan baru untuk kenyamanan dirinya. Namun sering kali lingkungan yang baru diciptakan manusia, sering kali tidak dilakukan dengan berasaskan pada pelestarian, sehingga lingkungan tersebut meskipun sangat baik dan nyaman digunakan, namun dapat merusak lingkungan di sekelilingnya. Padahal hubungan akan terjalin dengan baik apabila manusia dan lingkungan disekitar tercipta secara harmonis. Dengan keharmonisan ini tidak akan pernah terjadi sesuatu yang merugikan salah satu pihak.

Ekologi berasal dari bahasa Yunani “Oikos” yang berarti rumah atau tempat hidup, dan “logos” yang berarti ilmu. Secara harfiyah Ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap lingkungannya, Menurut Drost (1992), ekologi atau ilmu lingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungannya.

Suatu organisme tidak dapat hidup sendiri. Untuk kelangsungan hidupnya suatu organisme akan sangat bergatung pada organisme lain dan berbagai komponen lingkungan yang ada di sekitarnya. Kehadiran organisme lain dan berbagai komponen lingkungan sangat dibutuhkan untuk keperluan pangan, perlindungan, pertumbuhan, perkembangan, dll. Hubungan antar organisme atau dengan lingkungannya akan sangat rumit dan kompleks, mereka saling berinteraksi satu sama lain membentuk suatu ekologi atau sering disebut ekosistem. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik

Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negatif. Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam lingkungan hidup, manusia dapat berperan sebagai: organisme yang dominan secara ekologik, makhluk pembuat alat, makhluk perampok, penyebab evolusi, dan sebagai makhluk pengotor.

Manusia memiliki pengaruh penting dalam keberlangsungan ekosistem habitat manusia itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.
Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Peran manusia dalm lingkungan hidup antara lain sebagai organisme yang dominan secara ekologik, makhluk pembuat alat, makhluk perampok, penyebab evolusi, dan sebagai makhluk pengotor.
Dominasi manusia juga diperoleh karena kemampuannya menciptakan dan menggunakan alat-alat serta menggunakan api. Dengan menggunakan alat-alat, manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Manusia lebih banyak memanfaatkan ekosistem dibandingkan dengan organisme lain. Manusia cenderung untuk memanfaatkan ekosistem secara berlebihan. Ekosistem diekploitasi juga untuk tujuan-tujuan nonkonsumtif. Manusia mempengaruhi evolusi organik dengan pembudidayaan hewan dan tumbuhan. Eksploitasi yang melampaui batas dapat menyebabkan persediaan Sumber Daya Alam semakin berkurang, punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota, dan rusaknya ekosistem.
Manusia merupakan organisme yang mencemari lingkungannya sendiri. Penduduk yang banyak dan berkembang pesat dapat mempertinggi kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan membawa efek negatif terhadap penduduk.