Indonesia Berpotensi Menjadi Lahan Subur Untuk Kebun Kurma

Seperti yang diketahui bahwa kurma merupakan salah satu tanaman berbuah yang dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat di dunia. Buahnya yang manis dan empuk begitu banyak diminati terutama oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia yang memeluk ajaran agama Islam. Pohon kurma sendiri awal mulanya adalah salah satu jenis tanaman yang tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat di daerah Timur Tengah. Setelah mengalami perkembangan jaman, buah ini kemudian dikembangbiakkan dan ditanam diluaran wilayah Timur Tengah.

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang ternyata sangatlah tepat digunakan untuk menanam dan mengembangbiakkan pohon kurma ini sendiri. Pada saat ini di Indonesia, sudah banyak ditemui kebun kurma yang mampu menghasilkan buah kurma dan bahkan memiliki hasil panen yang sangat melimpah. Buah-buah kurma yang ditanam di Indonesia ini juga mampu menghasilkan pemasukan bagi para pemiliknnya. Selain dikembangbiakkan secara pertanian, kebun kurma di Indonesia juga dijadikan sebagai salah satu fasilitas bagi orang-orang yang ingin memiliki tanah kavling.

Tentu saja, pohon kurma sebagai fasilitas kepemilikan tanah kavling ini hanya dapat ditemui pada developer-developer yang memiliki basis syariah. Dengan memberikan fasilitas berupa pohon kurma ini sendiri diharapkan bahwa setiap ornag yang memiliki tanah kavling syariah di Indonesia akan bisa menghasilkan pasif income diluar penjualan tanah kavlingnya tersebut. Tidak hanya sekedar fasilitas saja, melainkan kebun kurma ini juga dirawat dan dikembangbiakkan oleh ahli-ahlinya sehingga benar-benar menghasilkan bagi para pemiliknya.

Pohon kurma sendiri merupakan pohon yang mampu bertahan dalam keadaan cuaca panas sekalipun. Seperti di wilayah asalnya yaitu Timur Tengah, pohon kurma ini mampu bertahan hidup dan menghasilkan buah disana. Bahkan disinyalir bahwa pohon kurma ini dalam kondisi panas sekalipun mampu bertahan hidup sampai dengan usia kurang lebih 100 tahun. Tentu saja dalam jangka waktu ini, setiap petani dari pohon kurma akan dapat menghasilkan passive income secara berkelanjutan melalui pohon kurma yang dimilikinya.

Seperti yang telah disinggung di atas, meski Indonesia memiliki iklim tropis, namun pohon kurma ini tetap dapat tumbuh subur dengan hasil buah berlimpah dan dapat diperjualbelikan. Seperti terletak juga di salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Timur yaitu Pasuruan, kebun kurma yang dikembangkan pada saat ini dijadikan sebagai lokasi wisata yang dapat dikunjungi oleh setiap warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Bahkan di lokasi ini, para pengunjung pun dapat memetik buah kurma sendiri-sendiri.

Nilai impor dari buah kurma sendiri di negara Indonesia masih sangat tinggi, ini dikarenakan belum benar-benar banyak hasil buah kurma yang berasal dari negara Indonesia sendiri. Kebutuhan pasar Indonesia akan buah kurma belumlah sebanding dengan banyaknya kebun kurma yang dikembangkan di Indonesia. Oleh karena itulah kenapa, budidaya kurma ini sendiri di Indonesia akan bisa menghasilkan income yang sangat besar bagi para pelakunya karena permintaan pasar yang memang benar-benar tinggi dari tahun ke tahunnya.

Omzet yang dapat dihasilkan melalui penanam pohon kurma ini sendiri bisa mencapai milyaran rupiah. Sementara untuk masa panen dari buah kurma yang ditanam bisa sangat bervariasi dari mulai 3 sampai dengan 4 tahun, juga tergantung dengan cara pengelolaannya. Indonesia yang dapat menjadi lahan subur untuk pohon kurma, sudah semestinya juga dapat menjadi lahan subur bagi masyarakat yang ingin menjadikan pohon kurma ini sebagai komoditas pertaniannya dan menghasilkan income hingga mencapai angka milayaran rupiah di musim panennya.